Hasil diskusi kelompok 3 mata kuliah Kapita Selekta PKn, tanggal 3 April 2012

Pendidikan karakter adalah suatu upaya yang dirancang secara sistematis untuk membentuk karakter anak yang sesuai dengan nilai-nilai, etika, moral maupun karakter yang ada dalam lingkungannya, hal ini dapat diartikan lebih luas dalam lingkup negaranya. Salah satu usaha untuk mengaplikasikan pendidikan karakter ini adalah di lingkungan sekolah yang cakupannya dibidang pengetahuan (Kognitif), kesadaran ataupun kemauan (Afektif), dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut (Psikomotorik).

Secara umum pendidikan karakter ini bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik/siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi kelulusan.

Perlu digaris bawahi bahwa hakikatnya pendidikan karakter ini berpijak dari karakter-karakter dasar manusia yang bersumber dari nilai universal yang bersifat absolut dan bersumber dari agama atau yang sering disebut the golden rule. Maka dari itu suatu pendidikan karakter ini dapat memiliki tujuan yang pasti bila ia berpijak pada nilai-nilai karakter dasar tersebut.

Ruang lingkup dari pendidikan karakter adalah :

  1. Olah Rasa : karakter yang dapat dikembangkang adalah cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi ipteks, dan reflektif.
  2. Olah Rasa : karakter yang dapat dikembangkan adalah ramah, saling berbagi, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja.
  3. Olah Raga : karakter yang dapat dikembangkan adalah bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih.
  4. Olah Hati : karakter yang dapat dikembangkan adalah beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik.

Kemudian pengaruh pendidikan karakter terhadap pendidikan kewarganegaraan adalah menjadikan PKn sebagai mata pelajaran yang mampu membentuk kebiasaan yang baik agar senantiasa menjaga perilaku yang baik. Dimana yang dikatakan karakter yang baik adalah siswa tersebut dapat hidup dalam kebaikan, baik yang berhubungan dengan orang lain dan berhubungan dengan dirinya sendiri.

Implementasi dari pendidikan karakter dalam pembentukan moral peserta didik dapat dilakukan dengan merealisasikan pendidikan karekater di sekolah khususnya dalam pembentukan moral peserta didik dan perlu dicatat bahwa yang berperan dalam pembentukan moral peserta didikbukan hanya guru saja disekolah melainkan juga adanya partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat.

Perlu diingat bahwa walaupun pembahasan ini mengarah ke pendidikan kewarganegaraan namun untuk mata pelajaran lainnya tidak dapat lepas dari kewajibannya untuk memberikan pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam materi pembelajaran, hal ini didasari dari ruang lingkup dari pendidikan karakter tersebut yang sebelumnya telah dijabarkan diatas.